7 Jenis Ragi Starter untuk Roti, Tekstur dan Rasa Beda!

Roti termasuk kudapan yang telah ada ratusan hingga ribuan yang lalu, sekarang ini proses pembuatan roti sudah sangat mudah dengan berbagai macam starter yang dijual secara komersil. Tapi, tahukah kamu dengan jenis-jenis starter dalam membuat roti?

ilustarasi berbagai jenis sourdough (youtube.com/ChainBaker)
ilustarasi berbagai jenis sourdough (youtube.com/ChainBaker)

Bakers mungkin sudah paham betul dengan seluk-beluk starter. Namun, bagi yang masih pemula perlu kamu ketahui bahwa starter atau biang dalam membuat roti ada banyak, lho.

Ada starter yang dibuat dengan memanfaatkan berbagai macam bakteri yang memang sudah ada di lingkungan sekitar dan ada juga yang hanya menggunakan satu jenis bakteri saja. Untuk mengenal variasi starter ini bisa kamu lihat ulasannya berikut ini.

1. Sourdough

ilustrasi starter sourdough (YouTube.com/Culinary Exploration)
ilustrasi starter sourdough (YouTube.com/Culinary Exploration)

Starter satu ini sangat popular beberapa tahun terakhir, banyak bakery lokal yang mulai menggunakan metode ini untuk menciptakan roti mereka.

Sourdough dibuat hanya dengan dua bahan yakni terigu dan air dengan perbandingan yang sama yang berarti memiliki hidrasi 100%. Untuk menciptakan sourdough dibutuhkan waktu sekitar seminggu untuk bisa digunakan sebagai starter.

Memiliki biang alami yang ada di udara sekitar, sourdough sesuai dengan namanya, menghasilkan rasa asam dengan aroma yang menyengat. Untuk pemeliharaan sourdough, biang harus diberi makan tiap 12-24 jam di suhu ruang atau seminggu sekali jika ditaruh dalam kulkas.

2. Leviato Madre

ilustrasi starter leviato madre (YouTube.com/Autumn Kitchen)
ilustrasi starter leviato madre (YouTube.com/Autumn Kitchen)

Starter ini dikenal banyak  oleh masyarakat Italia, sedikit berbeda dengan sourdough, tekstur madre lebih kental dengan tingkat hidrasi 50%. Ini berarti perbandingan terigu dan air hanya 2:1.

Membutuhkan perawatan yang lebih, madre harus diberi makan setiap 4-8 jam untuk menjaga biang di dalamnya tetap hidup. Cita rasa roti jika menggunakan leviato madre akan terasa lebih manis, ringan dan lembut di lidah. Kamu  yang ingin roti dengan cita rasa kaya boleh menggunakan starter ini.

3. Pate Fermentee

ilustrasi pate fermentee (YouTube.com/ChainBaker)
ilustrasi pate fermentee (YouTube.com/ChainBaker)

Jika Italia memiliki leviato madre maka Prancis hadir dengan pate fermentee.  Starter satu ini menggunakan tepung, air, ragi, dan garam, ini menjadikannya sebagai satu-satunya starter yang memakai garam dalam proses fermentasi.

Biasanya persentase dari bahan tersebut yakni 100% tepung, 60% air, 1% ragi, dan 1-2% garam, perbandingan ini juga dipakai dalam membuat adonan roti utamanya. Adapun penambahan pate perfementee berkisar 20% dari total adonan roti utama.

Starter pate fermentee dapat digunakan 3 jam saat pertama kali dibuat dan bertahan dalam kulkas berkisar 3-4 hari saja. Biasanya pate fermentee digunakan dalam membuat baguette tradisional.

4. Poolish

ilustrasi poolish (YouTube.com/Vito lacopelli)
ilustrasi starter poolish (YouTube.com/Vito lacopelli)

Poolish diambil dari nama tempat pertama kali ia dikembangkan yakni Polish atau Polandia sekitar tahun 1840 oleh seorang bangsawan bernama Baron Zang.  

Starter ini memiliki hidrasi yang sama dengan sourdough yakni 100%, hanya saja dilakukan penambahan sedikit ragi sehingga proses fermentasi lebih cepat. Adapun ragi yang digunakan sekitar 0,08-1,5% dari total tepung.

Banyaknya ragi yang digunakan biasanya disesuaikan dengan suhu ruang, jika musim sedang hangat maka digunakan ragi lebih sedikit, begitupun sebaliknya.

Dapat digunakan setelah 3-15 jam fermentasi, poolish tidak dianjurkan untuk disimpan terlalu lama karena akan merusak gluten serta meningkatkan rasa asam yang tidak cocok di lidah.

Poolish biasanya digunakan dalam membuat roti-roti Prancis seperti baguette dan batard, bahkan ada juga yang menggunakannya dalam adonan pizza.

5. Biga

ilustrasi starter biga (YouTube.com/Vito lacopelli)
ilustrasi starter biga (YouTube.com/Vito lacopelli)

Perpaduan tiga bahan starter yakni tepung, air dan ragi juga digunakan dalam membuat biga. Hanya saja biga memiliki hidrasi yang lebih kecil dibanding poolish yakni berkisar 50-60% serta penggunaan ragi berkisar 1%.

Proses fermentasi biga untuk bisa digunakan yaitu 16 jam tergantung suhu ruang, akan tetapi ada juga yang memfermentasinya di suhu lebih rendah sehingga waktu yang dibutuhkan lebih panjang yakni 24-48 jam. Hal ini bisa kamu sesuaikan dengan waktu baking yang kamu inginkan.

Tekstur roti yang dihasilkan oleh biga akan lebih kering, keras dan crumbly dibanding starter lainnya terutama poolish

6. Ragi Instan

ilustrasi ragi instan (freepik.com/stockking)
ilustrasi ragi instan (freepik.com/stockking)

Ragi instan biasanya berbentuk butiran kecil dan kering. Starter ini hanya menggunakan satu jenis ragi saja sehingga pori yang dihasilkan roti lebih teratur. Adapun jenis ragi yang digunakan yaitu Saccharomyces cerevisiae.

Memiliki masa simpan yang lama, ragi instan sangat cocok buat kamu yang hanya membuat roti sesekali saja, kamu juga tak perlu melakukan perawatan pada biangnya karena akan langsung aktif saat dicampur dengan adonan.

Untuk membuat adoan roti kamu hanya perlu proses fermentasi 30-60 menit saja, jadinya lebih gampang dan tak perlu memakan waktu yang lama.

7. Ragi Aktif Kering

Ilustrasi ragi aktif kering (youtube.com/Samina's Quick Recipes)
Ilustrasi ragi aktif kering (youtube.com/Samina's Quick Recipes)

Hampir mirip dengan ragi instan, ragi aktif kering ditemukan dalam bentuk butiran dan kering. Perbedaannya terletak pada proses aktifasinya dimana ragi aktif kering harus dihidrasi terlebih dahulu dalam air hangat bercampur gula agar ragi yang dapat bekerja.

Setelah proses hidrasi sekitar beberapa menit, kamu dapat mencampurnya dengan adonan roti agar terbentuk adonan yang mengembang dan siap untuk dipanggang.

Berbagai jenis starter di atas dapat kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan, tektur dan cita rasa yang dihasilkan tentu akan berbeda mengingat proses fermentasi dan jenis biang yang terkandung di dalamnya.

Sebagai bahan pertimbangan, kamu bisa bereksperimen membuat roti dengan berbagai jenis starter di atas, siap mencobanya?

48 komentar untuk " 7 Jenis Ragi Starter untuk Roti, Tekstur dan Rasa Beda!"

Comment Author Avatar
Informasinya lengkap banget! Baru tahu ternyata starter roti beragam, dan masing-masing punya karakter adonan yang beda
Comment Author Avatar
Aku baru tau kalo ada macam-macam starter buat roti. Dari semuanya, yg pernah aku pake baru ragi instan, hehe. Btw makasih infonya ya Kak :)
Comment Author Avatar
Ternyata banyak macamnya ya adonan roti, starter roti yach. Sourdough aku syuka banget, rotinya khas dan bikin ketagihan. Roti yang pakai ragi instan yang paling umum ya dan enak2 aja sih hehehe.
Comment Author Avatar
Banyak juga nama-namanya yang ada di roti. Pas ini untuk temenku yang sedang ingin membuat roti. Thanks infonya kak, heheh
Comment Author Avatar
Owalah banyak ya ternyata jenis starter buat baking. Aku kenalnya cuma ragi instan, maksudku yang pernah kupakai. Lainnya kecuali sourdough, baru denger semua.
Ternyata bikin sendiri pun bisa yaa, taunya selama ini cuma beli. Kapan2 mau coba ah, bikin roti semuanya dari awal :D
Comment Author Avatar
Baca tentang starter roti bernama madre, jadi inget buku "Madre" yang ceritanya memang tentang starter roti. Starter ini jadi kayak makhluk yang punya jiwa ya, harus dirawat dan dikasih makan supaya tetap "hidup" dan bisa jadi biang roti. Jadi penasaran coba roti dari biang yang berbeda-beda
Comment Author Avatar
Maklum saya orang kampung, ternyata yang tahu dan familiar cuma dua aja yaitu ragi instan sama ragi kering terakhir itu. Yang lainnya baru baca disini malah. Kudet banget ya...
Comment Author Avatar
Wah ragi itu ada jenis jenisnya ya, btw kalau penderita gerd pencernaan itu emang ga bisa ya makan roti yg di ragiin? soalnya aku dikasih tau dr ku bergitu btw aku penderita gerd
Comment Author Avatar
Ternyata cukup beragam ya starter untuk membuat roti. Ulasan artikelnya bermanfaat, terutama bagi saya yg awam soal pembuatan roti
Comment Author Avatar
Ahaiii .. tak kukira kalau biang roti ada berbagai macam... tentqng yang nomor 2, madre ... mengingatkank7 terhadap novel dari Dee
Comment Author Avatar
Wah, informatif banget! Jadi makin paham perbedaan jenis starter dan pengaruhnya ke rasa roti. Jadi pengin coba bikin sendiri di rumah. Terima kasih sudah berbagi! 😊
Comment Author Avatar
Jadi teringat anak saya yang bikin sourdough. Pantesan aja ya bikin ragi ini udah kayak 'ngasuh anak'. Harus disiplin kasih makan dan belum tentu juga berhasil :D
Comment Author Avatar
Aku tuh lagi penasaran banget sama sourdough. Pengen bikin sendiri biang utk sourdoughnya tapi kok kayak ribet banget gitu. Ujung2nya malah bikin roti dengan ragi instant terus
Comment Author Avatar
Hwaaa kak, artikelnya super detail banget ih, cocok buat yang tertarik membuat roti sendiri, ngejelasin kalau starter roti itu bukan cuma satu jenis, melainkan ada 7 jenis berbeda dengan karakteristik unik.
Comment Author Avatar
Seru juga mengetahui tiap starter punya karakter sendiri dan bisa menghasilkan aroma serta tekstur roti yang berbeda. Jadi kepikiran buat nyoba bikin roti dari biang yang lain untuk ngerasain perbedaan hasil akhirnya.
Comment Author Avatar
Diriku pernah sih beberapa kali nyobain bikin roti dan ragi ini tricky banget sih ya.
Pembahasan 7 jenis ragi, dari sourdough klasik hingga poolish dan biga, benar-benar membuka wawasan tentang bagaimana masing-masing memengaruhi tekstur dan kedalaman rasa roti. Jadi makin semangat untuk mencoba variasi ragi starter baru!
Comment Author Avatar
Nomor 1-5 tuh aku nggak terlalu familiar Kak. Biasanya yang sering kupakai malah nomor 6 sama 7 buat bikin cake² gitu. Ternyata ragi pun punya banyak jenisnya ya. Sebenarnya tuh aku penasaran sama starter nomor 1-5 biasanya dipakai untuk kue yang kayak gimana ya? Pasti kan beda² sama kue yang dipakai untuk ragi instan atau ragi kering aktif.. 😁😁
Comment Author Avatar
Informasinya berguna banget kaa, thank youuuu
Comment Author Avatar
Seru banget!! ternyata ada banyak jenis starter buat bikin roti, nggak cuma ragi instan. Jadi bisa pilih sesuai gaya, mau yang cepat, tradisional, atau rasa yang unik. Jadi pengen coba bikin roti sendiri nih.
Comment Author Avatar
sering banget buat rerotian, yang sering dipake ragi kering buat fermentasi tapi sempat tertarik juga sama sourdough maju mundur buatnya karna agak tricky tapi penasaran dan mau coba banget ! next deh..
Comment Author Avatar
Menarik banget penjelasannya! Jadi lebih paham macam-macam starter buat roti. Cocok banget buat pemula kayak aku. Terima kasih sudah berbagi!
Comment Author Avatar
Penyampaiannya sangat mudah dicerna.
Comment Author Avatar
Bagus! Artikel ini ngebantu banget untuk memahami jenis-jenis starter roti. Membuka wawasan tentang fermentasi & rasa
Comment Author Avatar
Bahasan tentang starter roti ini komplit banget! Salut! Dari semua starter yang ada, Sourdough Starter memang paling seru buat dipelihara, kayak punya peliharaan yang harus diberi makan tiap hari, hehe.
Comment Author Avatar
bermanfaat banget untuk yang mau belajar bikin roti
Comment Author Avatar
Penjelasan soal starter roti benar-benar membantu untuk pemula.
Comment Author Avatar
Wah, artikelnya sangat membantu untuk pemula baking! Penjelasannya rapi dan mudah dipraktikkan. Terima kasih sudah menulisnya dengan jelas dan sabar.
Comment Author Avatar
detailnya cukup mendalam tetapi tetap enak dibaca — cocok untuk saja yang ingin bereksperimen dengan roti
Comment Author Avatar
Info tentang 7 macam starter roti ini tuh ngebuka mata, cocok banget buat yang penasaran pengen coba bikin roti sendiri. Terasa dari awal sampai adonannya, dan jadi pengen langsung nyoba di dapur!
Comment Author Avatar
wah banyak juga ya jenis ragi, informatif sekali
Comment Author Avatar
baru tau bgt ternyata ragi banyak jenisnya yaa , thanks for sharing ya kakk!! berguna bgt untuk aku yang baru mau buka toko roti
Comment Author Avatar
wah informatif banget artikelnya, aku jadi tau ragi tuh ada beberapa jenis
Comment Author Avatar
wiiii aku baru tau jenis ragi itu berbagai macam, terimakasih atas informasinya
Comment Author Avatar
wahh informatif sekali jadi tau ni jenis ragi itu ada beberapa macam ya
Comment Author Avatar
baru tau ragi banyak macamnya, makasih infonya kak
Comment Author Avatar
Informasinya disampaikan dengan sangat baik.
Comment Author Avatar
ternyata bikin roti juga harus perhatiin raginya juga ya
Comment Author Avatar
https://micineats.blogspot.com/2025/09/7-jenis-starter-untuk-roti.html?m=1
Comment Author Avatar
informasinya berguna banget jadi tau ragi ada banyak macamnya
Comment Author Avatar
Ceritanya rapi, pembawaan halus, enak diikuti.
Comment Author Avatar
Baca ini bikin semangat nyoba bikin roti sendiri di rumah deh
Comment Author Avatar
sangat bermanfaat! terima kasih atas informasinya!
Comment Author Avatar
Menarik nih buat yang suka baking. Info macam ini berguna banget kalau mau coba bikin roti sendiri dari dasar.
Comment Author Avatar
Baru tahu ternyata starter roti itu macam-macam dan fungsinya beda-beda. Selama ini taunya cuma ragi instan aja 😅. Jadi kepikiran pengen coba eksplor yang lain juga.